Selamat Datang di "Pojok Mata_Kuliah"

Rabu, 25 Februari 2026

Pentingnya strategi dalam organisasi

 

Strategi dalam organisasi adalah fondasi yang menentukan arah, tujuan, dan cara organisasi bertahan serta berkembang di tengah persaingan. Tanpa strategi yang jelas, organisasi cenderung berjalan tanpa arah, sulit beradaptasi, dan kehilangan keunggulan kompetitif. Berikut poin-poin pentingnya strategi dalam organisasi:

🔑 Pentingnya Strategi dalam Organisasi

  • Arah dan Tujuan Jangka Panjang
    Strategi berfungsi sebagai peta jalan yang memandu organisasi menuju visi dan misi yang telah ditetapkan. Ia memastikan semua aktivitas selaras dengan tujuan utama.

  • Pengambilan Keputusan yang Konsisten
    Dengan strategi, pimpinan dan anggota organisasi memiliki kerangka berpikir yang sama dalam menentukan prioritas, sehingga keputusan lebih konsisten dan terarah.

  • Adaptasi terhadap Lingkungan Eksternal
    Strategi membantu organisasi menganalisis peluang dan ancaman dari luar, serta menyesuaikan diri dengan perubahan pasar, teknologi, maupun regulasi.

  • Efisiensi dan Optimalisasi Sumber Daya
    Strategi memungkinkan organisasi menggunakan sumber daya (waktu, tenaga, modal) secara efektif untuk mencapai hasil maksimal.

  • Keunggulan Kompetitif
    Organisasi dengan strategi yang tepat dapat membedakan diri dari pesaing, baik melalui inovasi, kualitas layanan, maupun efisiensi operasional.

📊 Ringkasan dalam Tabel

Aspek Strategi Manfaat Utama
Visi & Misi                    Memberikan arah jangka panjang
Keputusan                    Membuat keputusan konsisten & terarah
Adaptasi                    Responsif terhadap perubahan eksternal
Efisiensi                    Optimalisasi sumber daya organisasi
Kompetitif                    Menciptakan keunggulan dibanding pesaing

Strategi bukan sekadar dokumen formal, melainkan proses berkelanjutan: merancang, mengimplementasikan, dan mengevaluasi. Organisasi yang sukses biasanya menjadikan strategi sebagai budaya kerja, bukan hanya rencana di atas kertas.

Kalau kita tarik ke konteks akademik atau dunia bisnis di Indonesia, strategi juga berperan penting dalam menghadapi era digital dan globalisasi. 

Selasa, 24 Februari 2026

Pemimpin Postmodern

Pemimpin selalu identik dengan tokoh, idola, figure sentral, bahkan bisa merupakan jelmaan ratu adil. Namun kini di zaman postmodern pemimpin lahir dari wacana atau diskursus melalui media masa. Betapa idealnya seorang pemimpin dimasa lalu dapat dilacak dari pemimpin atau raja-raja pada abad Pertengahan di Barat. Pemimpin politik, waktu itu, adalah agamawan. Mereka dipilih setelah diketahui umum bahwa mereka berasal dari tujuh turunan keluarga yang tidak cacat moral. Namun, hingga abad 19 kreteria pemimpin seperti itu mulai pudar sehingga sulit diperoleh. Tidak ada lagi pemimpin bermoral bishop dan tidak ada bishop berkualitas politisi. Agama dan politik pun bercerai.

Para pakar pun mencari criteria ideal seorang pemimpin. Pikiran dan criteria Niccolò Machiavelli (1469-1527) abad 19 di anggap awal kriteria pemimpin ideal tanpa faktor agama. Thomas Carlyle, misalnya, menulis buku Heroes and Hero Wor ship (1841) untuk mengidentifikas bakat, skill dan ciri-ciri fisik orang yang menjadi penguasa.

Francis Galton dalam bukunya Hereditary Genius (1869) menguji kualitas pemimpin pada keluarga-keluarga orang berpengaruh. Ia menemukan bahwa keluarga pemimpin berbakat pemimpin. Artinya pemimpin itu dilahirkan. Namun, ini dibantah oleh teori Cecil Rhodes (1853-1902) yang masih percaya bahwa karakter dan instink peimimpin itu bisa dididik. Tapi sekalipun karakteristik pemimpin ditemukan (tahun 1940-an) namun suatu kriteria tidak bisa berlaku untuk semua jenis masyarakat. Untuk itu para pakar menggunakan teori yang telah dirintis oleh McGrath (1962) teori Functional Leadership Model. Pemimpin ini dipilih sesuai dengan yang dikehendaki rakyat atau organisasi yaitu untuk melayani.

Pada abad yang sama Bernard Bass (1978) mengembangkan teori yang disebut Transactional dan transformational leadership. Yang pertama adalah pemimpin yang diberi kekuasaan oleh kelompok atau rakyat untuk mengerjakan suatu tugas tertentu. kedua adalah pemimpin yang visioner yang bertugas menstimulasi dan menanamkan visi kepada rakyat. Bagaimanapun teori tentang kepemiminan hingga abad 21 ini masih gagal menemukan rumusan sifat-sifat ideal seorang pemimpin.

Kini sering terjadi tiba-tiba seorang pemimpin muncul atau terpilih diluar kriteria pemimpin. Politik dan politisi kini menjadi pemilik criteria, bukan pakar. Intelektualitas, nilai-nilai, kecakapan sosial, kepakaran dan kecakapan dalam problem solving dan mungkin juga kenegarawanan seiringkali absen dari diri pemimpin terpilih. Mengapa bisa terjadi demikian?

Teka teki ini mungkin terjawab oleh temuan teori pemimpin yang digagas oleh Oxford School Leadership. Teorinya disebut Neo-emergent theory. Dalam teori yang dianggap paling mutakhir ini pemimpin dipromosikan oleh informasi yang diciptakan oleh stakeholdernya me lalui media masa atau media social. Namun yang dipromosikan bukan karakter sesungguhnya dari pemimpin yang diinginkan, tapi wacana-wacana ideal tentang pemimpin yang dipromosikan itu. Teori ini digambarkan sebagai berikut: "the press, blogs and other sources re port their own views of leaders, which may be based on reality, but may also be based on a political command, a pay ment, or an inherent interest of the author, media, or leader. Therefore, one can argue that the perception of all leaders is created and in fact does not reflect their true leadership qualities at all."

Teori Neo-emergent itu mungkin bisa disebut teori pencitraan atau pemimpin media masa atau sosial (sosmed). Demokrasi bisa berubah menjadi "mediakrasi" (kekuasaan media). Media pun sudah di bawah petunjuk kekuatan politik, pemodal, konglomerat dan sebangsanya.

Sudah tentu ini diluar nalar waras. Tapi memang Logika postmodern tidak lagi memakai sillogisme, tapi bahasa dan makna. Makna menentukan segalanya. Siapa yang memberi makna adalah siapa saja. Maka tidak heran Akbar S Ahmed menyimpulkan bahwa ide-ide postmodernisme dipicu oleh media. Media bisa bermain-main dengan makna. Koruptor bisa tiba-tiba menjadi pelopor. Culas bisa menjadi lugas dan tegas. Tukang maki menjadi pemimpin bernyali. Pakar barter menjadi berkarakter dan sebagainya.

Logika bahasa Postmodern dalam media diracik dengan faham humanisme meng hasilkan pemimpin yang unik. Pemimpin yang keras meledak-ledak, anehaneh dan dianggap gila itu pemimpin ber karakter. Bahkan berkarakter itu bisa dimaknai menjadi bermoral dan ber akhlaq. Padahal kata character sendiri bermasalah sebab ia sifat yang dimainkan seorang aktor dalam sebuah sandiwara, drama atau lakonan. Berkarakter bisa diartikan ber "peran" dan bukan suatu sifat yang melekat erat dalam diri. Sifat inilah yang diletakkan oleh media kepada seseorang yang akan didaulat sebagai pemimpin. Pemimpin akhirnya menjadi seperti wa yang yang memerlukan dan diperlukan seorang dalang.

Kata "moral" pun rancu, karena dalam Oxford English Dictionary moral adalah perilaku baik-buruk. Standar baik buruk itu bersumber dari kesepakatan manusia (human convention). Bahkan apa yang di sebut "hukum moral" atau dharma dalam agama Hindu juga berasal dari kebiasaan sosial.

Maknanya moral dan etika menjadi longgar tergantung masyarakat. Jadi ber-moral artinya berperilaku sesuai dengan atur an masyarakat, dan tidak selalu religius. Maka bermoral dan berkarakter tidak bisa disamakan dengan berakhla1. Kata akhlaq serumpun dengan khalaqa (menciptakan). Artinya adalah sifat jiwa yang melekat (malakah) dalam diri seseorang sesuai dengan asal mula diciptakannya (ahsanu taqwim). Jiwa manusia itu diciptakan Allah dengan fitrah-Nya (fitratallah alliti fatarannas alaiha). Maka ber-akhlaq adalah berfikir, berkehendak dan berplerilaku sesuai dengan fitrah (nurani) nya. Fitrah seseorang itu adalah bertuhan, beragama dan tentu berislam.

Maka pemimpin berkarakter saja tidak cukup mensejahterakan masyarakat, demikian pula pemimpin bermoral. Sebab seorang pemimpin yang tegas, pekerja keras, pandai membangun infra struktur publik bisa dianggap berkarakter. Meski pun dibalik itu boleh jadi ia melakukan kecurangan dan tindah amoral secara rahasia. Seorang yang tidak ambisius, nampak sederhana, halus dalam percakapan, dan murah senyum bisa diberi label bermoral.

Namun jika ia sering berbohong, pembenci, penipu, zalim pada sesama, apalagi menentang Tuhan, maka ia tidak berakhlaq. Meski kondisi berfikir masyarakat dunia saat ini nampak begitu postmodern, sebaiknya pemimpin yang dihasilkan adalah tokoh yang tetap menjaga akhlaqnya dan beramanah. Kemuliaannya tidak dihasilkan oleh luar dirinya alias orang lain, atau selain dirinya, itulah akhlaq. Per buatan, perkataan dan pikirannya, seperti kata Umar bin Khattab, harus sama. Itulah amanah. Jika tidak maka yang ada hanya pemimpin amoral dan pengkhianat.  


Dr Hamid Fahmy Zarkasyi 

Direktur INSISTS MISYKAT 

Pemimpin Postmodern | Republika Online

Senin, 23 Februari 2026

Tips belajar di bulan Ramadan

Berikut adalah tips belajar saat bulan ramadhan yang bisa kamu lakukan agar tetap produktif:

1. Menetapkan Jadwal Belajar 

Tips belajar saat bulan ramadhan yang paling penting adalah menetapkan jadwal. Saat ramadhan, jam sekolah biasanya ada yang berubah, misalnya pulang lebih cepat daripada biasanya. Jadwal harian juga semakin sibuk karena ada aktivitas takjilan di masjid menjelang magrib.

Setelah berbuka, ada jadwal tarawih dan tadarus. Jadi, waktu lebih padat dari hari biasanya. Jadi perlu menetapkan jadwal belajar.

2. Memanfaatkan Waktu Sahur 

Bagi yang tidak biasa tidur malam, tentu sudah tidak ada waktu belajar jika melihat aktivitas seperti yang di spill di nomor 1. Maka, kamu bisa menetapkan jadwal belajar di waktu sahur. Jadi sambil menunggu menu sahur dari ibu, kamu bisa memanfaatkan untuk belajar sebentar. Atau sebaliknya,a, belajar setelah sahur sambil menunggu adzan subuh. 

3. Prioritaskan Materi

Agar lebih efektif dan efisien, maka tips belajar saat bulan ramadhan perlu dibuat skala prioritas. Mengingat waktu belajar tidak seluas seperti hari biasanya, maka kamu hanya perlu membuat skala prioritas materi yang penting-penting saja. Misalnya, hanya belajar materi yang besok akan digunakan untuk ujian. 

4. Pilih Lingkungan Belajar

Setiap orang memiliki gaya dan karakternya sendiri-sendiri dalam hal belajar. Ada yang nyaman belajar saat suasana hening. Ada yang lebih mudah belajar sambil mendengar musik dan masih banyak lagi kesenangan. Kamu hanya perlu memilih gaya belajar yang pas buat kamu. 

5. Istirahat Cukup

Dibandingkan bulan-bulan yang lain, ramadhan adalah bulan paling padat bagi umat muslim. Meskipun banyak aktivitas yang kamu ikuti selama bulan ramadhan, kamu juga perlu memperhatikan jam istirahat. Memastikan bahwa istirahat yang cukup. Agar tidak tidur selama di kelas. 

6. Aktif Secara Fisik

Jangan jadikan puasa sebagai alasan untuk malas bergerak. Salah satu tips belajar saat bulan ramadhan adalah tetap aktif secara fisik. Agar tubuh tetap fit dan sehat. Tidak harus olahraga berat, kamu bisa olahraga ringan seperti jalan kaki dipagi hari atau sekedar senam ringan di rumah. 

7. Jaga Pola Makan

Tips belajar saat bulan ramadhan agar tetap lancar adalah jaga pola makan. Saat puasa, sudah pasti pola makan kita banyak yang berubah. Jika ingin belajar di malam hari, pastikan jangan makan terlalu banyak. Karena perut kenyang menyebabkan rasa ngantuk luar biasa. Dikhawatirkan karena terlalu kekenyangan, tidak konsen belajar dan lebih berhasrat tidur.

8. Menggunakan Teknologi Secara Bijak

Siapa sih yang tidak kenal dengan teknologi di jaman sekarang? Sudah dapat dipastikan semuanya tahu dan memiliki alat canggih ini. di bulan ramadhan, akan lebih bijak jika teknologi dimanfaatkan secukupnya.

Artinya, teknologi bisa dimanfaatkan untuk hal-hal positif yang mendukung proses belajar secara akademis maupun belajar agama. 

9. Evaluasi Diri 

Evaluasi diri juga menjadi tips belajar saat bulan ramadhan. Biasanya mengawali aktivitas yang berbeda dari rutinitas menjadi PR tersendiri. ada banyak kesalahan dan kekurangan yang perlu di evaluasi, agar minggu selanjutnya bisa dimanfaatkan lebih baik. 

10. Jaga Keseimbangan Belajar dan Ibadah

Bulan ramadhan dalam setahun hanya sekali bagi umat muslim. Itu sebabnya, bulan ramadhan momen yang harus dimanfaatkan dengan baik. atas alasan inilah, kita perlu menjaga keseimbangan belajar dan ibadah. Kita perlu memastikan keseimbangan untuk urusan dan dunia.

11. Menjaga Komunikasi dengan Teman 

Saat bulan ramadhan tiba, waktu sekolah sebenarnya tidak akan penuh dalam satu bulan. Biasanya hanya beberapa minggu saja masuk sekolah. Sehingga banyak moment kebersamaan bersama teman-teman di kelas akan terjeda oleh libur lebaran. Di momen libur lebaran inilah kamu bisa tetap menjaga komunikasi dengan teman-teman. 

12. Jaga Semangat

Hal yang paling menantang saat belajar di bulan puasa adalah nuansa mager. Saat tubuh puasa seharian, hawa tubuh lebih nyaman bermalas-malasan daripada belajar. Nah, di sinilah tantangan, agar kamu bisa menjaga semangat belajar. Kamu bisa membuat target atau membuat tujuan, agar semangat tetap terjaga. 

13 Tidak Tidur Setelah Sahur

Siapa nih yang sering mengeluh lemas dan asam lambung setiap kali berpuasa? Buat kamu yang punya riwayat asam lambung, pastikan agar tidak tidur setelah sahur. Tidur dalam kondisi kenyang ternyata tidak baik untuk tubuh, khususnya bagi penderita asam lambung.Tidur dalam kondisi kekenyangan, bisa menyebabkan menaikan asam lambung. Tentu ini bisa mengganggu aktivitas selama seharian. 

14. Minum Air Mineral Secara Cukup 

Tips belajar saat bulan ramadhan yang cukup penting, pastikan minum air mineral secara cukup. Jangan karena kekurangan mineral, membuat kamu mudah letih, lesu dan lemas selama belajar di sekolah atau dikampus.

Jika kamu tidak biasa minum banyak, kamu bisa memperhitungkan jadwal minum. Misalnya, sebelum berbuka 1 gelas mineral, setelah buka 1 gelas. Kemudian dilanjut lagi minum sebelum tarawih, setelah tarawih, sebelum sahur dan sesudah sahur. 

15. Sahur dan Buka dengan Serat dan Protein

Tips terakhir, pastikan juga untuk sahur dan buka dengan serat dan protein. Hindari makanan junk food. Bagi kamu yang memiliki riwayat asam lambung hindari makan makanan pedas dan cukupi sahur dan buka puasa dengan serat dan protein agar tubuh lebih kuat. 

Itulah lima belas tips belajar di bulan Ramadan yang bisa kamu terapkan. Semoga selama bulan penuh berkah ini, kegiatan belajar kamu tetap lancar dan sukses! Jangan lupa juga untuk menjaga ibadah puasa dan amalan lainnya yang hanya datang setahun sekali.


15 Tips Belajar Saat Bulan Ramadhan Menurut Islam - Deepublish Store